Powered By Blogger

Minggu, 18 November 2018

Apakah Maulid Bid'ah ?

Assalamu'alaikum..

Pada postingan tentang bid'ah sebelumnya, saya sdh menyinggung ttg amalan yg tidak termasuk dlm kategori bid'ah, salah satunya adalah merayakan maulid (hari kelahiran) Rasulullah. Sebenarnya tulisan itu masih terlalu ringkas, banyak hal yg belum dibahas disana, nanti insyaAllah akan diperbaharui supaya bisa nyambung sm postingan ini.

Beberapa hari yg lalu muncul postingan di wall fb saya ttg sesatnya amalan merayakan maulid Nabi, kebetulan sebentar lagi 12 rabiul awwal, jd akan banyak ummat Islam yg mengadakan acara perayaan maulid. Sebenernya statement dan tradisi bid'ah-membid'ahkan ini sudah berepisode-episode lamanya terjadi dan masih terjadi hingga hari ini dan entah sampai kapan berakhirnya Wallahua'lam. Seorang ustadz bernama Wadi Anuar asal malaysia membahas rinci mengenai pahaman wahabi yg sering bid'ah membid'ahkan amalan ummat muslim. Mengenai hal ini, ustadz tersebut dg tegas menyatakan banyak sekali persimpangan yg tidak bisa menyatukan kita dg mereka (wahabi). Amalan yg kita anggap mendatangkan pahala, sebaliknya mereka katakan itu adalah bid'ah (sesat), dan kesesatan itu tempatnya di neraka. Na'udzubillah

Postingan ini hanya meringkas apa yg disampaikan oleh Ustadz Somad yg diupload melalui channel official tim beliau di Channel Tafaqquh. Bagi yg ingin bisa lihat di Youtube, pilih BID'AH & MAULID (PART 2)

Siapa saja ulama yg mengatakan maulid itu bid'ah ? Sebagian ulama Saudi Arabia.. nama-namanya siapa bisa di search. Sedangkan ulama-ulama yg membolehkannya sebagai berikut :

1. Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqolani
2. Imam Jalaluddin As-Suyuthi
3. Syeikh As-Sayyid Muhammad Al-'Alawy al-Maliky
4. Syeikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi
5. Syaikh 'Athiyyah Shaqar
6. Dan beberapa ulama lain

ISU TENTANG MAULID

1. ISU PERTAMA, Dikatakan bahwa maulid adalah tradisi yg dibuat-buat oleh Syi'ah Fathimiyyah, kelompok sesat dan kafir, INI TIDAK BENAR.

Lalu siapakah yg pertama kali membuat acara Maulid ?

Beliau adalah seorang Raja bernama Al-Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin wafat th 630 H. (Sumber : Imam As-Suyuthi, al-Hawy li al Fatawy Juz. I. hal 272)

Lalu bagaimana kredibilitas dari Raja ini ? Apa kata orang tentangnya ?

Ulama ahli tafsir dan hadits Ibnu Katsir dalam bukunya mengatakan bahwa Raja Al-Muzhaffar adalah seorang raja yg pemberani, cerdas, adil dan berilmu, sangat dermawan (pernah memberikan hadiah 1000 Dinar atau setara dg 2,5 M kepada Syeikh Abu Al-Khattab bin Dihyah seorang penulis kitab  At-Tanwir Fi Maulid al-Basyir an-Nadzir yaitu ulama yg menuliskan tentang maulid.

Sementara itu menurut Imam Sabth Ibnu Al-Jauzi mengatakan bahwa saat Raja Muzhaffar mengadakan maulid, beliau bersedekah 500 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, 100 ekor kuda, 10.000 keju, 30.000 piring manisan (Sumber : Imam As-Suyuthi, al-Hawy li al Fatawy Juz. I. hal 272). Kebayang gak men kira-kira berapa org yg menghadiri ? MasyaAllah.. Indonesia punya mimpi insyaAllah suatu hari ini punya pemimpin yg cinta maulid dan bisa mengadakan acara meriah utk tujuan Syiar Islam.

2. ISU KEDUA, tidak boleh mengadakan maulid karena isinya maksiat. Nah, apalagi ini.. sebenernya inti dari acara maulid itu apa sih ?
1. Baca Al-Qur'an
2. Mengenal sejarah perjalanan hidup Nabi (Sirah Nabawiyah)
3. Makan

Orang yg melakukannya mendapat pahala karena mengagungkan Nabi, menunjukkan kebahagiaan.

Lantas, dimana letak maksiatnya ?

3. ISU KETIGA, tidak boleh membuat acara maulid karena tidak pernah di buat Nabi.

Sudah dibahas kan, tidak semua perkara yg tidak dilakukan Nabi lantas kita mengatakannya bid'ah. Bahkan di Masjidil Haram ada tradisi do'a khatam Qur'an dalam shalat tarawih yg tidak pernah dilakukan Nabi, tradisi ini diulang setiap tahun.

4. ISU KEEMPAT, Maulid tidak ada dalilnya dari Ulama

Dalil ulama yg membolehkan Maulid

1. Mensyukuri Nikmat Allah

Dalam Fatawa Al-Azhar, menurut Imam As-Suyuthi, Al Hafiz Ibnu Hajar Al 'Asqolani & Ibnu Hajar Al-Haitsami memperingati Maulid Nabi itu baik. Mereka berpegang kpd Firman Allah :

وَذَكِّرْهُمْ بِاَيَّامِ اللّٰه

"Dan ingatkan mereka kepada hari-hari Allah". (QS Ibrahim 14: 5)

Maknanya, ingatkanlah kepada orang-orang beriman tentang nikmat-nikmat Allah. Banyak nikmat yg selalunya kita syukuri, nikmat sehat, nikmat iman, nikmat istri/suami, anak, harta, dll. Tapi ingatlah, diantara nikmat-nikmat itu, ada nikmat yang lebih besar yakni kelahiran Nabi Muhammad. Dari beliaulah petunjuk dari Allah itu datang. Disaat hari ini anak-anak lebih mengingat ttg hari besar perayaan orang kafir seperti Tahun Baru Masehi, Natal, Valentine's day, Halloween, dan lain-lain. Bahkan dr kecil hendaknya sudah diceritakan kpd anak-anak tentang kehidupan Rasulullah, agar anak-anak tidak lebih mengenal upin ipin ketimbang junjungannya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam.

2. Rasulullah Mengenang Hari Kelahirannya

Saat beliau ditanya sahabat mengapa beliau berpuasa pada hari senin, beliau menjawab "Pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu aku dibangkitkan (Al-Qur'an diturunkan kepadaku)". (HR Muslim)

3. Puasa Asyuro adalah tanda mensyukuri Nikmat

Pada tau gak kenapa umat Islam selalu dianjurkan berpuasa Asyuro (puasa pd 10 muharram) ?
Jadi pada 10 muharram itu Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan fir'aun dilaut merah pd tahun 1450 SM/sekitar 3500 tahun yg lalu. Dan setiap tahun umat Islam selalu memperingatinya dg berpuasa. Maka berkenaan dg ini, Imam Ibnu Hajar al-'Asqolani berpendapat, jika kejadian itu bisa diperingati setiap tahun, maka begitu pula dg Maulid Nabi yg boleh diulang setiap tahun.

4. Abu Lahab Diringankan Azabnya Setiap Hari Senin.

Abu Lahab membebaskan seorang budaknya bernama Suhaibah pada saat kelahiran Nabi. Ia membebaskannya karena senang saat mendengar kabar bahwa yg keluar dari rahim ibunda Aminah/iparnya adalah seorang bayi laki-laki. Maka berkomentar Imam para ahli Qira'at Al-Hafizh Syamsuddin Al-Jazary spt yg dinukil oleh Al-Hafizh As-Suyuthi dalam kitab al-Hawy li al Fatawy :

"Jika Abu Lahab yg kafir dan dicela Al-Qur'an saja tetap diberi balasan meskipun ia berada didalam neraka karena rasa senangnya atas kelahiran Nabi, maka bagaimanakah lagi kiranya dg seorang muslim yg bertauhid yg mengagungkan Maulid ?"

Berikut Beberapa Pendapat Ulama lain yg Terpercaya Mengenai Maulid 

1. Imam Ibnu Taimiyah

"Mengagungkan hari kelahiran Nabi Muhammad dan menjadikannya sbg perayaan terkadang dilakukan sebagian orang. Maka ia mendapat balasan pahala yg besar karena kebaikan niatnya dan pengagungannya kpd Rasulullah". (Sumber : Ibnu Taimiyah Iqtidha al-Shirath al-Mustaqim Mukhalatat Ahl-al-Jahim Cet II. Cairo : Mathba'ah al-sunnah al-Muhammadiyah, 1369 H), hal 297

2. Imam ibnu Hajar al-Haitsami

Hukum asal melaksanakan maulid itu adlh bid'ah, tidak terdapat riwayat dr seorang pun kalangan salafush shalih yg melakukannya. Akan tetapi maulid itu juga mengandung banyak kebaikan. Siapa yg melaksanakannya mencari kebaikan2 dan menghindari hal2 yg tidak baik maka maulid itu adalah bid'ah hasanah.

3. Syeikh 'Athiyyah Shaqar (Mantan Ketua Komisi Fatwa Al-Azhar Mesir)

"Boleh memperingati maulid Nabi pada saat ini ketika para pemuda nyaris melupakan agama dan keagungan Nabi Muhammad, pada saat ramainya perayaan2 lain yg hampir mengalahkan hari-hari besar agama Islam".

4. Syeikh Sayyid Muhammad 'Alawy Al-Maliki

"Perkumpulan (maulid) adalah wasilah sarana terbesar utk berdakwah ke jalan Allah dan kesempatan emas yg mestinya tidak dilewatkan. Memberikan nasihat bagi kaum muslimin dan menunjukkan jalan kebaikan dan kemenangan.

TERAKHIR, kenapa perayaan hari lahir Nabi dikatakan Haram, lalu Maulid Negara (hari jadi Negara) tidak apa-apa ??

Maulid Negara diadakan acara besar-besaran, menghabiskan dana yg banyak tidak dipermasalahkan, sementara maulid yg bisa mengajak org ke jalan Allah dikatakan haram.

Kedepannya, mengutip perkataan Ustadz Abdul Somad, andai diadakan acara maulid, maka ada baiknya membuat kreasi baru seperti lomba cerdas cermat ttg kisah Rasulullah, lomba cerpen sirah nabi, lomba syair shalawat seperti sya'ir burdah, barzanji dll, pemenang dihadiahi umroh. MasyaAllah, ini luar biasa sekali. Orang akan bersemangat lagi mempelajari dan mendalami ttg agama Islam khususnya ttg Rasulullah.

Saya pribadi berpendapat, andai ada dari ustadz atau ummat muslim yg betul-betul ingin memurnikan sunnah nabi, tidak masalah, baik. Cukup katakan saja, "saya condong kepada pendapat yg tidak ikut-ikutan merayakan maulid", TAPI kemukakan jugalah pendapat-pendapat Ulama yg membolehkan perayaan Maulid, ingat, ulama yg berijtihad membolehkan Maulid bukan ulama abal-abal, mereka ulama yg menuliskan kitab yg kita pegang & pelajari hingga hari ini seperti bulughulmaram. Jadi supaya tidak berat sebelah dalam memposisikan diri".

Wallahu a'alam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar