Powered By Blogger

Selasa, 24 Mei 2016

Cerita Adam dan Hawa

Kali ini saya akan share tentang apa yang saya dapat dari mengikuti ta'lim yang rutin dilakukan disetiap harinya.
Beliau adalah ustadz Didin, Pembina Asrama Wakayapa Institut Kemandirian Dompet Dhuafa yang selalu memberikan materi yang sebenarnya sudah sering terdengar, namun selalu ada sebuah pencerahan baru yang saya rasakan tiap mendengar, menyimak dan mencermati segala yang beliau sampaikan.
Seperti hari ini selepas maghrib beliau memulai membuka ta'lim dengan memberi pertanyaan seperti berikut..

"ada yang kenal Jackie Chan?" Tanya beliau. Yah, minimal pernah denger namanya lahh.. sambung beliau
Mendengar pertanyaan itu, macam2 jawaban saling bersahut-sahutan yang kebanyakan adalah guyonan dan celetukan.
Ada yang jawab Jackie Chan itu tukang siomay lah, ada yang jawab temennya bang mahmud lah, ada yg jawab Bapak sayalah. Hahaha, macem2 deh pokonya..
Mendengar jawaban2 yang semakin gak karuan ust Didin pun menengahi dan membuka suaranya kembali.

"Jawabannya pada ngaco semua ya".. haeuhhh
Yah, dia adalah aktor laga yang sudah sangat terkenal dari Cina, sudah banyak membintangi berbagai serial laga. Baik Laga Komedi maupun yang bener2 serius.
Dan ada satu film yg dia bintangi yang cukup berkesan bagi saya. Saat dia berada ditepian jurang/bukit dan saat ia hendak melompat ia meneriakkan.... apa yang dia teriakkan ? Ayo siapa yang tau ? Tanya Ust Didin

"Who Am I", jawab salah seorang peserta pria.

Nah, itu tau.. hehe, jawab ust sumringah.
Ya, di film itu ceritanya Jackie Chan bla bla bla.. (panjang dan saya sendiri kurang ingat alurnya), intinya karena sebuah peristiwa dia terdampar disebuah Pulau yang membuatnya hilang ingatan dan tak tau siapa dirinya sebelumnya, amnesia lah istilahnya..hehe

Yang karena hal itu dia meneriakkan pertanyaan itu disebuah jurang..
"WHO AM I" ?
"SIAPA AKU" ?
Ustad pun memulai kuisnya seperti biasa utk memancing keaktifan para peserta dengan melempar pertanyaan "who am i" utk dijawab menurut versi masing-masing peserta..
Jawabannya pun beragam
1. Saya adalah khalifah
2. Saya adalah pemimpin
3. Saya adalah titipan dari Allah yang diamanahkan melalui orang tua saya
4. Saya adalah pemenang dari jutaan bahkan milyaran sel sperma lain di rahim ibu saya
5. Saya adalah manusia yang nantinya diakhirat akan dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah saya lakukan.
Dan bla bla bla

Kemudian ust Didin menjawab..
Semua jawaban kalian itu benar, dan disini saya ingin berbagi sedikit hal yang berkaitan dengan hal tersebut dan mudah2an bermanfaat bagi kalian. Mungkin suatu hari nanti kalian membutuhkannya, jika kalian rasa bermanfaat maka boleh diambil, sebaliknya jika tidak maka dibuang saja. Jawab ustad Didin sembari tersenyum

Ada 4 langkah menjawab pertanyaan Who Am I :

Pertanyaan pertama yakni Siapa pencipta saya ?
Adakah diantara temen2 yang kira2 tidak bisa menjawab pertanyaan ini ?
Sebagai seorang muslim, maka kita harus yakin secara benar bahwa pencipta kita adalah Allah SWT. Tidak ada keraguan didalamnya. Dari jawaban tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kita adalah hamba (yg diciptakan), sedangkan Allah adalah Sang Khalik (yg menciptakan).
Selanjutnya pertanyaan kedua yakni Siapa Saya ?
Jawabannya sudah pasti adalah makhluk yang ciptakan Sang Khalik sebagaimana yang tertuang pada surah Al-Baqarah: 30 sebagai berikut :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Pada ayat tersebut terjadi dialog antara Allah dengan para malaikat ketika Allah akan menciptakan seorang khalifah dimuka bumi yakni Adam. Dari kisah yang tidak asing dan sudah sering kita dengar sejak kita masih kecil, bahwa Adam dan Hawa terusir dari surga karena tergelincir oleh bujukan/bisikan iblis untuk memakan buah khuldi. Sedangkan dari ayat tersebut Allah menerangkan dengan jelas bahwa Allah akan menciptakan seorang khalifah yang akan diutus ke bumi. Pertanyaan yang kemudian muncul, jika Adam dan Hawa tidak terbujuk oleh rayuan iblis, apakah mereka akan ditempatkan dibumi juga ?
Jawabannya ya, karena memang tujuan Allah menciptakan Adam adalah untuk menjadikan pemimpin/khalifah di Bumi. Namun dari dari peristiwa tersebut dapat diambil pelajaran bahwa iblis adalah musuh yang senantiasa ingin menggelincirkan manusia, bahkan sejak manusia itu disurga hingga akhir kehidupan manusia. Jumlahnya terus bertambah dan tak pernah mati. Pelajaran lain yang dapat dipetik adalah, dari awal watak manusia memang telah diwarisi oleh sifat iblis, yakni semakin dilarang semakin ingin mencoba. Allah telah menerangkan kepada Adam dan Hawa agar jangan sekali2 mendekati pohon terlarang/buah khuldi. Jangankan memakan, mendekatinya saja sudah dilarang Allah. Padahal Allah memberikan segala nikmatNya disurga dan hanya melarang Adam dan Hawa utk satu perkara itu saja. Namun ternyata hal itu dilanggar sehingga dikatakan dalam alQur'an bahwa mereka telah menzhalimi diri mereka sendiri.
Dan sekarang banyak contoh yang bisa lihat yang terjadi dikalangan Muslim itu sendiri. Banyak hal yang sudah jelas-jelas dilarang, namun begitu mudahnya dilanggar oleh manusia. Sebagai contoh Allah melarang kita mendekati zina, namun bisa kita lihat kenyataan yang terjadi, banyak sekali yang tergelincir karena tak kuat iman utk menahan godaan akan perbuatan tsb. Jangankan melakukan, mendekatinya saja sudah dilarang. Maka dari itu marilah sama2 kita mencoba berbenah diri, iblis tidak akan pernah puas dan berhenti menggoda manusia. Ingatlah apa yg terjadi pada nenek moyang kita yakni Adam dan Hawa. Saat mereka tergelincir oleh rayuan iblis dan melanggar apa yang dilarang oleh Allah, Allah langsung menghukum mereka. Berbeda dg kita, mungkin saat ini Allah masih menangguhkan segala konsekuensi yang harusnya kita terima, jangan sampai Allah menutup semua kesempatan utk kita bisa bertaubat. Jangan sampai kita menyesal saat semuanya sudah terlambat !

Dan sayang sekali teman-teman karena waktu udah habis,maka ta'lim harus ditutup dan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.

Semoga bermanfaat

Minggu, 20 Maret 2016

Kenapa Dua Kali

Kenapa Dua Kali ?

Tulisan ini saya kutip dari fanpage "Sekolah Pernikahan".

Kenapa saya posting ulang ? Yap, ada banyak kemiripan dikisah ini dengan kisah hidup yg saya alami meskipun tidak sama persis. Dan saya berharap saya akan terus mengingat kisah ini jika suatu saat saya terlena dan terlupa. Dan semoga ada hikmah yg bisa saya ambil dari kisah ini, yg mungkin juga terjadi di hidup anda..
Ditulis oleh Miss Espi, yang dikutip dari pengalaman seorang teman.
Saya adalah seorang gadis dengan usia kepala 3, waktu saya kuliah, saya mengenal dan mengagumi sosok senior saya, Jenius dan Lucu, itu adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan dia.
Ya saya hanya bisa menikmatinya sebatas memandang. Ya Allah… rupawannya sosok ini, kataku dalam hari setiap kali melihatnya. Pada saat awal pertengahan kuliah, kami dipertemukan dalam keadaan intens, yah karena saya mengikuti kegiatan kampus yang didalamnya ada dia sebagai salah satu pengelolanya. Kami biasa ngobrol tentang kuliah, tentang pola komunikasi, bahkan tentang kami. Kami saling menjajaki, satu sama lain. Hingga suatu hari saya berkata “sepertinya dia cocok menjadi pasangan hidup saya”…
Masa berlalu kami pun sibuk dengan aktivitas perkuliahan kami, hingga suatu hari kami dipertemukan lagi dalam suasana obrolan yang semakin serius. Kami mebicarakan tentang tugas suami dan tuga istri. Kami berdiskusi panjang lebar, bagaimana peran suami dan bagaimana peran istri serta semua pengelolaan dalam rumha tangga, termasuk sikap apa yang diambil jika pasangan kita nantinya berada dalam posisi yang salah. Bagaimana nantinya berproduksi untuk menghasilkan uang. Ya mungkin karena dia seorang aktifis kampus jadi dia suka berdiskusi.
Dan ditengah pembicaraannya dia pun bilang, “Saya ingin sekali memperistrikanmu”. Hati saya serasa melambung, jantung saya berdegup kencang dan saya tersipu malu. Nampaknya perasaan saya bersambut, itu yang terlintas dibenak saya… Saya pun masih belum bisa menggerakkan bibir saya setelah mendengar dia berucap demikian. Cupid sedang mengelilingiku…
Pada saat kami hendak berpisah, tiba-tiba mata kami beradu, dan ada pesan yang tersembunyi dibalik tatapan itu… Sedih, keragu-raguan, takut, entah lah…. Saya mencoba untuk membaca pesan itu tapi kami pun saling melepas pandangan. Pada saat saya pulang, tatapan itu terus mengikuti saya. Saya hanya bisa bilang dalam hati, dia kenapa yah?.
Suatu pagi saat saya ke kampus…
Saya mendapat titipan surat dari teman saya. Yang ternyata surat itu dari dia. Isinya singkat “Temui saya di bandara, hari jumat jam 2 siang”. Dengan senyum penuh makna sayapun berbinar-binar membacanya, senang sekali. Hari tersebut mulai dari pagi saya sudah merasa berbunga-bunga, karena saya akan bertemu dengannya. Bertemu dengannya adalah hal yang membahagiakan saat itu, karena kami memang jarang bertemu…  Dan pada saat dibandara saya disambut dengan wajah yang aneh… Ekspresi senang, tapi matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam, bahkan sesekali dihiasi oleh air mata disekitar bola matanya. Sesaat firasat saya menjadi buruk, saya jantung saya berdegup kencang. Entah dari mana datangnya tiba-tiba ketakutan pun melanda. Kalimat pembuka darinya Apa kabar?…, sayapun membalas dengan mengatakan baik-baik saja.
Ditengah kebisingan dibandara, kami pun ngobrol tentang aktifitas dikampus, dan disaat kami ngobrol sesekali ia melihat jam tangannya, mungkin karena sudah mendekati waktunya boarding. “Kamu baik-baik yah” katanya
“Pasti” jawab saya
“Terima kasih atas pertemuan yang sudah tercipta, terima kasih atas semua obrolan yang menyenangkan bersamamu”
sesaat tiba-tiba hening, saya pun bingung nih orang mau kemana yah… Seolah dia mendengar ungkapan saya dalam hati lalu diapun melanjutkan pembicaraannya…
“Saya mau pulang kampung, saya akan menikah”
Jebret… saya pun tak kuasa mendengan perkataannya tiba-tiba ditengah kebisingan bandara sayapun merasa budeg, shock, kaki saya serasa lemas tak mampu menguasai raga ini. Mata saya sudah hampir dipenuhi air mata, namun saya menahannya agar tidak jatuh, saya tidak mau menangis didepannya. Untung sesaat saya bisa menguasai keadaan. Saya menguatkan hati saya dengan berkata dia kan memang bukan siapa-siapa saya. Saya sudah tidak bisa berkata apa-apa, dan nampaknya diapun sedang berjuang untuk menahan air matanya. Dan dia pergi… tanpa mengucapkan salam perpisahan. Sakit banget rasanya… tapi saya selalu bilang pada hati saya, diakan memang bukan siapa-siapa saya.
Ya Allah… kenapa ini terjadi padaku… Ingin rasanya membencinya tapi saya tidak punya alasan untuk melakukannya, karena dia memang bukan siapa-siapa saya… Hari berlalu… bulan berganti… tahun pun bertambah… Saya berjuang untuk melupakannya… Saya pun meninggalkan kota ini, pergi mencari suasana baru di kota lain. Saya mendapatkan tawaran pekerjaan di salah satu kota di Sumatra Barat, kota yang belum pernah saya singgahi. Saya pun asyik dengan dunia dan kehidupan saya. Waktupun mampu mengikis semua perasaan sedih saya. Saya mendapati diri saya dalam ekspresi yang baru, yang lebih ceria dan senantiasa bersyukur atas apa yang saya jalani.  Nilai kehidupan yang saya dapat dari pengalaman saya adalah saya lebih realistis melihat segala permasalahan dari kacamata fakta.
8 tahun berlalu dari kejadian itu…
Saya pun bertemu dengan teman saya waktu kuliah di salah satu kota di Jawa Timur, yah kami membahas masa-masa kuliah kami, satu persatu teman kami pun menjadi topik pembicaraan kami. Hingga tiba saatnya dia bilang “Kamu inget Si A nggak? itu loh senior kita yang keren dulu”.  Deg… Saya tau yang dibicarakannya adalah orang yang pernah ada dimasa lalu saya.
“Iya, tau kenapa?” jawab saya
“Kasihan loh istrinya meninggal, anaknya 3 masih kecil-kecil”
“Inalillahi wa inna ilaihi raji’un” spontas saya menjawab
“Kasihan anak-anaknya, masih kecil sudah ditinggal ibunya” kata teman saya
“Iya kasihan banget… mereka”
Dan pikiran saya pun melayang kemana-mana…
Tahun lalu saya pulang kekampung saya, saya main kekampus bertemu dengan beberapa teman disana, karena beberapa teman saya menjadi dosen dikampus tersebut. Saya hanya ingin bersilaturahmi dan temu kangen ama teman-teman saya…
Deretan cerita masa kuliah pun menghiasi pembicaraan kita mulai dari ospek sampai wisuda, dan kembali teman saya pun mereview satu per satu teman kami. Dan entah kenapa nama dia selalu ada dalam deretan orang-orang yang masuk dalam pembahasan setiap kali saya bertemu dengan teman-teman saya. Dan entah kenapa juga pada saat kami membicarakannya dia pun menelpon pada teman saya. Kebetulan yang sangat lucu… Ternyata diapun masih sering telpon ke teman-teman dikampus, hingga akhirnya teman saya menyodorkan hpnya dan berkata nih Si A mau bicara. Haduh… semua memori pun bangkit kembali… Dia mananyakan kabar saya, dan dia minta kontak saya. Atas nama silaturahmi saya pun memberikannya, toh saat ini pun saya sudah menikmati dunia saya.
Suatu hari dia menyapa saya di chat fb… Kami pun cerita panjang lebar…
Tapi karena waktu telah lama berlalu, saya pun sudah biasa saja jika berkomunikasi dengannya.
Setiap apa yang posting di fb diselalu me-like nya, dan sesekali berkomentar.
Dan sore itu, dia pun membangkitkan semua kenangan masa lalu. Senang… sekali rasanya, karena dia masih semua apa yang kami bicarakan, apa yang saya kenakan, kejadian lucu yang terjadi masa itu. Dan begitulah seterusnya… komunikasi kami mulai interns, membahas tentang anaknya, pekerjaannya, bisnisnya, dan aktifitasnya keseharian.
Hingga diapun berkata saya merindukanmu…
Saya selalu terdiam pada saat dia menuliskan hal tersebut…
Kenangan demi kenangan pun bangkit kembali, hingga saya mengenal persis apa yang saya rasakan, perasaan yang sama waktu saya masih kuliah dulu. Perasaan saya pun bahagia, kami pun kembali berdiskusi baik telpon maupun message. Maklum kami jarak kami dipisahkan oleh lautan yang luas, sehingga komunikasi kami pun hanya sebatas itu. Tidak pernah bertemu.
Suatu malam dia memberi saya kabar kalau dia akan ke kota saya, karena dia lagi ada kerjaan sesaat disini. Senangnya luar biasa mendengar kabar itu, tak sabar rasanya ingin melihatnya dan berkomunikasi langsung dengannya. Setelah belasan tahun kami tidak bertemu. Malam berikutnya pun kami kembali ngobrol via line dan begitulah malam-malam setelahnya. Mendekati hari disaat dia mau kekota ini, dia sudah tidak kuasa menahan kerinduannya pada saya, hingga tidak sadar kata-kata mesra pun terucap melalui deratan kata-kata di di line.
Oh Tuhan… tiba-tiba saya ingin menjadi ibu atas anak-anaknya, yang hanya saya kenal melalui cerita.
Tapi perasaan itu sirna tiba-tiba, pada saat dia menuliskan “saya punya calon istri dan kenapa kita dipertemukan disaat saya akan menikah”
Dan perasaan saya waktu dibandara terulang lagi…
Oh… bodohnya saya… kenapa bisa jatuh dilubang yang sama…
Saya kembali tertipu dengan perasaan saya.
Dia pun mengatakan betapa pedihnya perasaanya saat ini, dan betapa ingin dia melompat kemasa dimana dia benar-benar sendiri dan ingin mengejar saya untuk dijadikan istri. Saya hanya bisa berkata dalam hati “hallo kemana ajah”, itulah kalimat paling cuek saya, tapi kali ini sakit yang saya rasakan pun tidak berkepanjangan. Dalam waktu dekat ini di akan kekota saya, dan dia minta untuk bertemu. Sayapun bilang, udahlah gak usah ketemu-ketemuan lagi, itu hanya akan menyakiti kita berdua. Tidak ada yang kebetulan… itu pikir kami… Dia mengajak saya merewind setiap kejadian, dan dia mengajak saya berfikir bagaimana mungkin ini terjadi lagi, dan dia berfikir kehadiran saya adalah pesan dari Tuhan agar dia memperjuangkan saya, semua pikiran-pikiran konyol pun dia tuangkan melalui setiap pesan. Hingga dia mengajak saya untuk berjuang mendapatkan kebahagiaan kami, dia mengajak saya berjuang agar kami dapat menikah…
Saya pun sempat berfikir tidak waras, saya pun sempat berfikir saya ingin merebut kebahagiaan saya, saya pun sempat berfikir saya ingin menerima ajakannya. Tapi akhirnya hati kecil saya yang berbicara, dan saya pun menuangkannya lewat pesan ke dia dan menuliskan :
“Saya tidak mau… Saya tidak mau mendapatkan kebahagian sementara ada hati lain yang menangis. Saya tidak mau mendapatkan kebahagiaan sementara ada orang lain yang tersakiti” Saya menutup semua dengan menuliskan pesan…
“Thanks for all everything… hampir 1/3 bagian hidup saya, saya habiskan untuk berkutat dengan perasaan saya untuk kamu.
Sukses selalu ya…
I love you…”
Saya pun menutup semua akses komunikasi saya, dan kembali berjuang untuk membunuh setiap memori dengannya. Kutundukkan kepalaku, kedua tanganku pun menengadah dan berucap “Ya Allah tamatkan rasa ini”

Jumat, 18 Maret 2016

Jangan Jatuh Cinta ! Tapi Bangun Cinta

Tulisan ini adalah postingan ulang yg saya kutip dari tulisan Setia Furqon Kholid.

Motivasi buat para yg lagi galau... hihi
Ngomongin diri sendiri kaya nya, eh oh ! 😆

"Jatuh Cinta Sebelum Menikah Itu Ujian"

Kamu mungkin pernah merasa takjub pada seseorang. Padahal sebelumnya kau belum pernah saling mengenal. Awalnya hanya kesan biasa yang kau dapatkan. Namun saat kau mulai berbincang dengannya, walau hanya sekedar sapaan ringan, kau merasa ia memang berbeda. Canda dan tawa antara kau dengannya membuat mu merasa nyaman untuk berbagi cerita dengannya. Kehadirannya begitu tepat saat hatimu sedang hampa dan membutuhkan sosok sepertinya. Canda dan tawa yang kau dapatkan darinya, memberikan satu kesan pertama yang tak bisa kau lupakan sampai detik ini dan mungkin selamanya. Dan kau berfikir ia adalah salah satu orang yang bisa diajak berbagi cerita apapun.
Kebahagiaan? yaa.. itu yang mungkin sedang kau rasakan
Jatuh cinta? Ya, tepatnya begitu
Dan saat itu hatimu memilih ia untuk bisa dijadikan sebuah harapan dan mimpimu. Mimpi untuk memilikinya dan menjadikannya teman dalam hidupmu. Angan-angan mu terhadapnya sungguh sangat tinggi, membuatmu hilang kendali
Tapi… seiring waktu berlari, kaupun menyadari…
Dari setiap kode keras yang ia berikan untuk mu, kau menemukan jawaban kuat bahwa ia tak pernah menginginkan mu.
Ia yang kau harap mampu memberikanmu kebahagiaan, justru memberimu kesakitan, kecewa, sedih, dan amarah. Namun kau tak bisa apa-apa dengan semua itu. Hingga akhirnya kau simpulkan sampai detik ini ia hanya memberikan harapan semu dan terlihat samar. Ia memberikan mu harapan, tapi di saat yang bersamaan, ia memberikan mu rasa yang perih 
Memang... jatuh cinta sebelum siap menikah itu ujian
Apakah kita semakin bersemangat memperbaiki diri atau malah terjerumus dalam pacaran yang berujung kegalauan. Saat rasa itu tiba, lebih baik kau atur dengan baik

Walaupun dia terlihat sempurna, namanya manusia? pasti ada kekurangan nya. Yang jelas sempurna hanyalah Allah, cinta Allah dan Rahmat Allah. Maka cintailah Allah seutuhnya, jika Ia ridho? pasti ia kan memberikan cinta terbaik untuk melengkapi hidupmu.
Percayalah… ☺

Setia Furqon Kholid
Inspirasi buku “Jangan Jatuh Cinta! Tapi Bangun Cinta.”

Selasa, 08 Maret 2016

Review Dr Rani Novian Part III




Review 3 minggu after pemakain..
Setelah kelar semua, balik dari klinik Dr Rani Novian dengan wajah sumringah. Optimis kalo masalah jerawat bakalan terselesaikan, aamiin..
Oh ya, obat jerawat yg ampuh yg tadinya udah tanda tangan perjanjian gitu ga jadi gue beli di apotik roxy, soalnya disamping emg budget di kantong udah tipis, gue rada ngerasa ngeri juga sih takut nya efeknya akan dirasakan nanti setelah beberapa tahun kemudian. Pokok nya khawatir aja, temen gue juga lebih menyarankan untuk ga usah beli. "Udah cobain aja dl ini". Sarannya.
Yg gue beli waktu itu 6 macem :
1. Astringent Lotion (toner)
2. Medi-Klin (obat jerawat pagi)
3. Acne Feldin
4. Sabun RNH
5. Krim malam RNH 2:1
6. Sunblock Pink
Sebenernya Dr Rani nyuruh buat balik lagi konsul setelah 2 minggu, tapi karna emg ga ada waktu akhirnya gue balik lagi kesana 3 minggu setelahnya.
Awal2 pemakaian gue harus pake masker selama seminggu di tempat kerja, karna bener2 ngga pede. Muka yg biasanya dibedakin, eh sekarang cuma pake sunblock doang bener2 keliatan pucet. Apalagi ritinitas gue di tempat kerja adalah melayani pelanggan. Deuuhhh
Bener2 nahan bgt tuh pake masker begituan, bodo amat dah pelanggan mau mikir apa yg penting masalah jerawat gue bisa sembuh, aamiin..
Setelah pemakaian 2 minggu yg gue rasa wajah agak cerah, yg gue rasa sih itu krim malem nya cukup keras efeknya. Ampe kulit bagian jari telunjuk dan tengah gue ngelupas cukup parah dan itu sempet gue upload di instagram. Dan yg pasti kulit muka gue pun pada ngelupas. Tapi menurut temen kerja gue, dia bilang sih tekstur kulit gue udah kelihatan lebih halus sekarang. Tapi jerawat gue masih pada nongol dan wajah gue tambah berminyak. Jadi pas minggu ketiga gue balik lagi setelah krim malam habis, gue disarankan untuk ngehentiin dulu pemakaian krim malam karena jerawat gue masih pada keluar.
Dr Rani pun akhirnya tau kalo gue ga minum obat jerawat itu. Dan gue pun dg jujurnya blg kalo gue emg ngga beli obat itu karena uangnya ngga cukup lagi.hehe
"Ya udah untuk selanjutnya kamu pake Vitacid aja dl, ntar di kasih tau cara pemakaiannya. Untuk krim malam kamu hentiin dl, karena krim malem itu untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit. Jadi utk yg berjerawat harus diikuti dengan mengkonsumsi obat yg saya katakan kemarin." Dan nanti kalau udah habis baru kamu dateng untuk konsul lagi. Begitu Dr Rani menjelaskan
Gue pun langsung nebus vitacid di Depo, bentuknya cair di dalem botol kaca dan hanya digunakan malem sebelum tidur. Penggunaan nya pun ga pake jari tangan langsung, tapi pake cotton bud dengan arah yg sejajar (pasti di jelasin ama mba2 nya)
Hampir 2 bulan gue baru ngehabisin itu Vitacid, dan emg jerawat pada ngacir semua ngga muncul lagi. Seneng bgt rasanya. Muka juga lebih halus meskipun sama sekali ga pake krim malam lagi. Dan yg gue liat sih kecerahan kulit wajah gue sama aja pake ato ga pake krim malem.  heuu
Trus setelah sekian lama ga kesana, akhirnya gue konsul lagi supaya gue tau produk apalagi yg mesti gue pake. Awalnya gue agak ragu sih mau konsul lagi, mau langsung ke Depo aja beli krim soalnya kan lumayan bo' duitnya kalo di pake buat beli produk aja. Dan siang itu pas konsul lagi ternyata ketemunya sama Dr Yeyen. Ngeliat jerawat gue yh udah ga ada lagi, dr yeyen pun ngasih resep persis sama seperti saat gue dateng pertama kali. Ceritanya perawatan gue balik ke awal lagi, karena gue kira gue akan dapet produk yg beda lah minimal. Ya sudahlah buat pelajaran karena ngulang lagi dari awal, yg pasti alhamdulillah karena jerawat udah ga ada. Jarang bgt deh munculnya..
Dan sekarang tiap krim gue abis gue tinggal mesen aja di gojek biar lebih praktis ga cape2 kesana, macet, polusi, antri dan sebagainya..
Btw ini udah hampir sebulan gue ga pake krim malem.hihi
Searching perawatan buat ngilangin bekas jerawat lumayan juga bo'. Di Dr Rani ada teatment Pixel laser buat mudarin bekas jerawat, gue baca review blog seseorang katanya biaya nya 1 jeti untuk sekali Pixel dan it So Pain baby..
Tapi kalo ada duit ntar pengen nyobain ah hehe..
Sekian dulu review nya
Dahhhh  

Senin, 07 Maret 2016

Review Dr Rani Novian Part II

Assalamu'alaikum..
Ana syam nak bercuap2 lagi..

Yup kite lanjutin lagi ye curhatan emak2 nye..
Tulisan ini gue tulisin jauh setelah 5 bulan gue menjalani treatment dan memakai produk Dr Rani..
Oke back lg ke awal cerita, setelah say good bye untuk treatment In Dr Inong akhirnya dg cepat dan kilat gue langsung mutusin buat capcuss ke Dr Rani Novian, tanya kenapa ?
Yah, seperti yg udah gue cerita sebelumnya, gue googling dulu sana-sini sebagai pertimbangan untuk gue mutusin mau perawatan dimana. Dan kenapa akhirnya Ke Dr Rani ? The most reason is there is more cheap, yah lagi2 kantong berbicara disini..hohoho
Dan sesampainya gue disana sekitar pukul 12.45, udah beberapa orang yg ngantri sembari duduk diluar karena emang klinik nya belom dibuka. Dan ngeliat salah seorang dr mereka ngambil nomor antrian di mesin antrian, gue langsung ikutan. Ada 3 pilihan disana : Konsultasi, Perawatan dan Depo (Apoteker) dan gue dapet nomer antrian 8 untuk konsultasi. Lumayan, gak terlalu jauh2 amatlah.. but, ternyata Dr nya baru dateng sekitar jam tengah 3an kalo ngga salah. Buseettttt, konsultasinya mah paling cuma 5-7 menitan tapi nunggu Dr nya ituuhhh, heuhhhh..
Tapi tak apelah, semua hal emang butuh pengorbanan..#sambilLapKeringatDikening.. 😆 jiahahahhaha. Akhirnya gue bersama temen setia gue menunggu sekian lamanya sampe gue ketiduran dan bangun lagi saking lamanya..euhhhh, sempet kenalan juga sih sama salah satu pasien, mba saras namanya anak UI dari Depok mennn jauh bgt kesituhh... byk juga gue liat emak2 yg muke nye udah kinclong tp masih pen konsultasi juga, ett dahhhhh.. 😮 begitulah para wanita2 yg rela menunggu dan menghabiskan waktu untuk memperindah penampilannya. Tapi, gue sendiri nih kalo engga karena masalah jerawat yg udah lama gue derita, mungkin gue ngga bakalan ke Dokter kulit, kecuali ntar kalo punya laki yang punya duit luber-luberrrr alias wong sugehh. ahahahhaha 😂
Oya gue belum cerita ya, untuk yg for the fisrt time kesana mesti daftar dl di bagian informasi buat dapet kartu pasien or apalah itu namanya (nama sesuai KTP) , jadi untuk next time kalo mau konsultasi lagi tinggal sebutin aja nama sama alamatnya.
Dan setelah sekian lama menunggu akhirnya giliran gue pun tiba. Dengan ramah Dr Rani nyapa gue dan ngulurin tangan nya berjabat tangan. Beliau kemudian memperhatikan wajah gue, trus nyuruh gue buka jilbab biar tampak secara keseluruhan. After that, beliau mengeluarkan beberapa lembar kertas mengenai aturan pengobatan dan langsung ngejelasin ke gue step by step pengobatannya. Setelah itu, Dr Rani nulisin resep buat gue, terakhir ada obat jerawat yang hanya bisa dibeli di Apotek Roxy dan hanya dapat dibeli dg Resep Dokter. Nah, Beliau menjelaskan bahwa obat itu cukup keras efeknya, jadi buat yg sedang hamir, akan segera menikah, atau yg baru menikah maka mengkonsumsi obat itu di larang karena dapat menyebabkan peranakan wanita kering (intinya begitulah, kalo bahasanya salah harap maklum yah). Nah, karena gue ngga sedang dalam 3 masa itu, gue blh mengkonsumsinya (tapi jujur dalem hati gue rada ragu dan takut juga siih), tapi harus menandatanangi surat perjanjian sm Dr Rani agar tidak menuntut dikemudian hari kalo2 terjadi hal yg tidak di inginkan. Soalnya kata beliau pernah kejadian bgtu, ternyata pasien hamil muda dan ngga ngomong, akhirnya keguguranlah pasien itu dan nuntut ke Dr Rani. Nah utk menjaga hal demikian agar ngga terulang lagi, makanya harus ada perjanjian, begono..
Selesai konsultasi gue langsung ketemu mba2 suster/asisten or apalah itu utk dijelaskan mengenai cara pemakaian produknya. Kelar itu gue langsung ambil antrian lagi ke Depo buat nebus resep dari Dr Rani. Sembari menunggu, gue dan temen gue pesen bakso yg berjejer depan klinik, laper bgt bo', kesian jg gue liat temen gue yg dg setianya menanti tanpa mengeluh. 😯
Stlh giliran gue yg di panggil, gue pun langsung bayar di kasir, kalo ngga salah waktu itu nilainya sekitar 270rban deh.. hehe, lupa udah lama bgt soalnya, dan utk konsultasi 150rb+10rb pendaftaran..
Selesai dr kasir Depo kembali duduk manis ngantri lagi coyy...
Emg hidup ini diisi dg segala bentuk penantian, hiks.. termasuk menanti belahan jiwa yang entah kapan kan tiba.. 😢
Buahahhaahaha #gubrakkk
Tak tik tuk tak tik tuk bunyi detik jam.. dan akhirnya giliran gue pun tiba juga buat ambil segala macem obat dan perangkat untuk memusnahkan jerawat 😆 (maapken bahasa ane yee) hehehe
So, utk itu semua gue merogoh kocek sekitar 430an lah.. yah, lumayan standar gue kira karena yg lebih mehong buanyak bo'.. hihihi
Dah segitu aje cuap2 nya, semoga bermanfaat (buat diri sendiri dan yg ngebaca) heheheh 😊😊😊